Rabu, 29 Desember 2010

Jangan Sakiti Orang Yang kita Cintai




Abudzar membuka sepucuk surat yang datang kepadanya, ternyata surat itu datang dari tempat yang jauh, dari seseorang yang mengenal dirinya, mengenal kedudukannya di mata Rasulallah SAW, dan mengenal pengetahuannya yang luas tentang hadist-hadist dan hikmah Rasullah SAW. Orang tersebut meminta nasihat kepada Abu Dzar.

Setelah membaca surat tersebut, Abu Dzar menulis surat jawaban. Didalam suratnya itu dia mengatakan, “Jangan engkau memusuhi dan menyakiti orang yang paling engkau cintai.”

Laki-laki pengirim surat itu menerima surat jawaban tersebut. Ia pun membacanya, namun tidak memahaminya sama sekali. Laki-laki itu bertanya-tanya sendiri,” Apa yang dimaksud Abu Dzar dengan memusuhi orang yang paling engkau cintai ? siapa yang menjelaskan maksud surat ini ? Apakah masuk akal orang memusuhi dan menyakiti orang yang paling dicintainya ? Yang aku tahu, orang tidak akan menyakiti orang yang paling dicintainya, malah akan membelanya dengan harta dan nyawanya.”

Laki-laki itu terus berpikir. Akhirnya ia memutuskan, “ Aku tidak boleh lupa bahwa orang yang menulis surat nasihat ini ( Abu Dzar ) adalah Luqmannya umat ini. Aku akan meminta penjelasan tentang nasihat yang diberikannya padaku.” Laki-laki itupun menulis surat kembali kepada Abu Dzar, meminta penjelasan tentang apa yang ditulisnya.

Dalam surat jawabannya, Abu Dzar berkata, “ Sesungguhnya apa yang aku maksud dengan orang paling berharga dan paling engkau cintai adalah dirimu sendiri, bukan orang lain. Engkau mencintai dirimu jauh melebihi engkau mencintai orang lain. Jadi, “ Jangan menyakiti orang yang paling engkau cintai’ artinya jangan engkau menyakiti dirimu. Tidakkah engkau mengetahui bahwa setiap dosa dan kejahatan yang dilakukan seseorang akan membahayakan dan menyakiti dirinya ?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

salam persahabatan