Mabuk Membawa Korban di
Pasuruhan Kudus Indonesia
Lebah indah- Ahmad, setelah mengikuti takbir
keliling di desa Pasuruhan, ingin membeli makanan di minimarket terdekat
bersama teman2nya. Alangkah naasnya Ahmad yang memboncengkan temannya di tabrak
oleh orang2 yang sedang mabuk dengan mengendarai sepeda motor, di dekat masjid,
sekitar pukul 23.00 WIB.
Al hasil tangan Ahmad patah, dan harus di sambung ulang. Saat
tulisan ini di tulis masih berada di sangkal putung Daren MAyong Jepara.
Salah siapa? Jangan bicara salah benar, mari kita renungkan
setiap kejadian, sebab semua peristiwa selalu membawa pesan, tapi kadang kita
yang belum bisa membaca pesan itu. Yang jelas, pesan penulis, jadikan bulan
romadhon bukan hanya 1 bulan saja, tapi satu tahun itu romadhon semua, jadi ga
ada akhlaq yang jelek, ga ada bohong, ga ada mabuk. Tapi jika romadhon hanya
kita maknai 1 bulan saja artinya 11 bulan adalah bulan anti romadhon dan boleh
melakukan apa saja. Itu bulan Romadhon.
Allah, Allah ada dimana saat, sebelum atau sesudah kejadian?
Allah masih ada dalam diri hati kita atau sama sekali hilang? Mari selalu takut
hanya Kepada Allah, Berdzikir selalu kepada Allah.
Khusus bagi sahabat yang suka mabuk, mari berubah, masih ada
jalan tobat, OK mas Bro. Bagi sahabat remaja masjid Mas Ahmad dkk, mari pasrah
semua ini kepada Allah, kalian lebih bisa menerima semua kejadian ini, ambil
pesan dari peristiwa ini. Setiap kali kita jatuh harus ada yang kita ambil, dan
berdiri lagi. JAngan terpuruk di bawah. Semangat to Sahabatku Ahmad Ma’ruf, doa
kami to kesembuhan mu, tetap berjuang di Jalan Allah. Salam perubahan. (tain
doank)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
salam persahabatan