Kamis, 26 April 2012

Pejabat Yang Harus di Reformasi di Kudus Indonesia


Pejabat di Kudus Jawa Tengah Indonesia Masih Boroskan Uang Negara

Lebah indah- Pejabat di Indonesia masih senang dengan pemborosan yang memakan dana Negara. Ini yang terjadi, misal pejabat masih menggunakan fasilitas Negara kala tidak melaksanakan tugas Negara. Semisal masih menggunakan mobil dinas di waktu hari libur, dengan keperluan pribadi seperti rekreasi keluarga dll. Itu baru mobil, belum fasilitas Negara yang lain, yang di salah gunakan menjadi keperluan pribadi. Coba anda mencari lagi pemborosan dana Negara yang nota bene adalah uang rakyat untuk kepentingan pribadi pejabat itu. 

Bukan mencari kesalahan, tetapi untuk mengingatkan para pejabat untuk lebih bijak menggunakan fasiltas Negara untuk kepentingan Negara.
Pejabat harus meniru gaya kepemimpinan Shabat Umar saat menjadi Kholifah. 

Saat itu sayidina Umar sedang melaksanakan tugas dengan menulis sebuah surat di malam hari, saat itu dengan di terangi oleh lampu minyak yang redup. Saat itu ada orang yang mendatangi Sayidina Umar untuk membicarakan masalah pribadi bukan Negara.
Tetapi apa yang di lakukan Sayidina Umar? Dia meniup/ mematikan lampu yang redup itu, karena orang itu mau membicarakan masalah pribadi sedangkan saat itu nyala lampu minyak itu masih nyala, yang mana minyak itu di beli oleh Negara. Uang Negara tidak boleh untuk kepentingan pribadi, kata sang Kholifah.

BAgaimana dengan pejabat kita di Jati, Kudus, Jateng, Indonesia?Wallahu ‘alam. Mari berbenah bersama, salam perubahan, salam madu. Zzztt..zzztt..zzzztt… (Abu Nayya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

salam persahabatan